Kalkulator Pph 21

Perkiraan PPh 21 — hasil ini hanya estimasi sederhana, bukan saran pajak.

Andi menatap slip gajinya tiga kali. Gaji pokok Rp12.000.000 per bulan — di kepalanya, potongan paling-paling Rp1 juta. Tapi yang masuk rekening Rp10.850.000. Selisih Rp1.150.000 melayang entah ke mana. “Pasti ada yang salah,” pikirnya. Tidak ada yang salah. Ada pajak penghasilan karyawan yang dipotong perusahaan setiap bulan — dan kalkulator pph 21 di atas artikel ini seharusnya ia buka sebelum menandatangani kontrak.

Selisih antara gaji kotor dan gaji bersih adalah kejutan finansial terbesar bagi kebanyakan karyawan di Indonesia. Di artikel ini kita bedah slip gaji Andi rupiah per rupiah, kenalan dengan lima lapis tarif progresif, satu pengurang pajak Rp54 juta yang sering dilupakan, dan trik perusahaan yang menentukan seberapa besar potonganmu.

Karyawan memeriksa slip gaji dengan kalkulator pph 21

Bedah slip gaji: ke mana Rp1.150.000 pergi

Gaji pokok Andi Rp12.000.000. Inilah yang terjadi sebelum uangnya sampai ke rekening:

KomponenPerhitunganJumlah
Gaji pokok (bruto)–Rp12.000.000
Biaya jabatan5% × 12.000.000 (maks 500rb)−Rp500.000
Iuran pensiun (dibayar karyawan)2% × 12.000.000−Rp240.000
Penghasilan neto sebulan12.000.000 − 740.000Rp11.260.000
PPh 21 sebulantarif progresif × penghasilan kena pajak−Rp410.000
Take home pay12.000.000 − 740.000 − 410.000Rp10.850.000

Tidak ada kesalahan. Tidak ada penipuan. Hanya dua pengurang resmi plus pajak yang berlaku untuk setiap karyawan di Indonesia. Kalkulator pph 21 menghitung persis tiga baris ini — makanya kamu tidak akan pernah meleset jutaan rupiah seperti Andi.

Lima lapis tarif: pajak orang biasa vs pajak orang kaya

PPh 21 memakai tarif progresif berlapis. Artinya, bukan seluruh gajimu kena tarif tertinggi — hanya bagian yang masuk ke lapis itu saja:

Lapisan penghasilan kena pajak (setahun)Tarif
Sampai Rp60.000.0005%
Rp60.000.000 – Rp250.000.00015%
Rp250.000.000 – Rp500.000.00025%
Rp500.000.000 – Rp5.000.000.00030%
Di atas Rp5.000.000.00035%

Contoh: penghasilan kena pajakmu Rp100 juta setahun. Yang kena 5% adalah Rp60 juta pertama (Rp3.000.000), dan yang kena 15% hanya Rp40 juta sisanya (Rp6.000.000). Total pajak Rp9.000.000 — bukan 15% × 100 juta. Kalkulator pph 21 menerapkan logika lapis ini otomatis, jadi kamu tidak perlu menghafal tabelnya.

Tabel tarif progresif pada kalkulator pph 21

PTKP: Rp54 juta yang bebas pajak

Sebelum tarif di atas dipakai, penghasilanmu dikurangi dulu dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Ini “diskon” dari negara:

StatusPTKP setahun
Lajang tanpa tanggungan (TK/0)Rp54.000.000
Kawin tanpa tanggungan (K/0)Rp58.500.000
Kawin + 1 tanggungan (K/1)Rp63.000.000
Kawin + 2 tanggungan (K/2)Rp67.500.000
Kawin + 3 tanggungan (K/3)Rp72.000.000

Andi berstatus K/1. Penghasilan netonya setahun Rp135.120.000, dikurangi PTKP Rp63.000.000, sisanya Rp72.120.000 — itulah yang kena tarif progresif. Dua karyawan dengan gaji sama bisa bayar pajak beda jutaan rupiah hanya karena status PTKP-nya beda. Kalkulator pph 21 memperhitungkan statusmu — pastikan memilih yang benar.

Tiga cara perusahaan memotong: gross, net, gross-up

Besaran potongan di slip gajimu sangat tergantung metode yang dipakai perusahaan:

MetodeSiapa bayar pajakEfek ke kamu
Gross (kotor)KaryawanPotongan terlihat jelas di slip
Net (bersih)Perusahaan menanggungGaji bersih tetap, tapi tunjangan pajak dihitung lagi
Gross-upPerusahaan memberi tunjangan pajakNilai tunjangan = pajaknya, take home maksimal

Metode gross-up paling menguntungkan karyawan: perusahaan menambah tunjangan sebesar pajak yang harus dibayar, sehingga gaji bersihmu tidak berkurang sama sekali. Saat negosiasi gaji, tanyakan metodenya — selisihnya bisa jutaan per bulan. Kalkulator pph 21 bisa mensimulasikan ketiganya sebelum kamu tanda tangan.

Lima jebakan yang bikin potongan membengkak

1. THR dan bonus kena pajak penuh

THR lebaran dan bonus tahunan ditambahkan ke penghasilan dan dikenai tarif progresif. Bonus Rp20 juta bisa mendorongmu naik ke lapis tarif berikutnya. Rencanakan pengeluaran THR setelah tahu potongannya.

2. Tidak punya NPWP = tarif 20% lebih tinggi

Karyawan tanpa NPWP dikenai tarif 20% lebih tinggi dari tarif normal. Punya NPWP itu gratis dan menghemat jutaan setahun.

3. Status PTKP tidak diperbarui

Menikah atau punya anak tapi HRD masih mencatat TK/0? Kamu membayar pajak lebih besar dari seharusnya setiap bulan. Laporkan perubahan status segera.

4. Lupa biaya jabatan dan iuran pensiun

Pengurang Rp500.000 + iuran pensiun menurunkan dasar pengenaan pajakmu. Pastikan keduanya muncul di perhitungan — kalau tidak, kamu bayar pajak dari angka yang terlalu besar.

5. Pindah kerja di tengah tahun

Pajak dihitung kumulatif setahun. Perusahaan baru tidak tahu penghasilanmu di perusahaan lama, sehingga potongan bisa kurang — dan kamu harus membayar kekurangannya saat lapor SPT tahunan. Simpan bukti potong A1 dari perusahaan lama.

Karyawan menghitung pajak dengan kalkulator pph 21 di laptop

Tiga gaji, tiga nasib: simulasi nyata

Untuk merasakan efek tarif progresif, bandingkan tiga karyawan dengan status PTKP sama (TK/0):

Gaji pokok/bulanPenghasilan kena pajak/tahunPPh 21/tahunEfektif
Rp8.000.000Rp33.120.000Rp1.656.0005%
Rp15.000.000Rp117.120.000Rp11.568.0009,9%
Rp30.000.000Rp297.120.000Rp44.780.00015,1%

Karyawan Rp30 juta membayar tarif efektif tiga kali lipat karyawan Rp8 juta — itulah keadilan progresif. Kenaikan gaji Rp5 juta di lapis 15% berarti Rp750.000 per tahun kembali ke negara. Kalkulator pph 21 menampilkan tarif efektifmu, bukan cuma nominal potongan — angka yang paling jujur untuk membandingkan tawaran kerja.

PPh 21 vs PPh 26: jangan tertukar

Dua nama mirip, dua dunia berbeda. PPh 21 untuk karyawan dalam negeri. PPh 26 untuk penghasilan yang dibayarkan ke orang asing atau perusahaan luar negeri — tarifnya flat 20% dari penghasilan bruto (atau sesuai tax treaty). Kalau kamu WNI kerja di perusahaan Indonesia, yang berlaku selalu PPh 21. Kalkulator pph 21 di halaman ini khusus untuk karyawan dalam negeri; pekerja lepas dengan penghasilan tidak teratur memakai skema PPh 21 tidak final yang berbeda.

Checklist sebelum resign: pajak pesangon juga ada

Berhenti kerja berarti dapat pesangon — dan pesangon juga kena PPh 21 dengan tarif khusus pesangon (berbeda dari tarif gaji bulanan). Banyak yang kaget karena pesangon Rp50 juta dipotong jutaan rupiah. Aturannya: perusahaan wajib memotong PPh 21 atas pesangon saat dibayarkan, lalu kamu melaporkannya di SPT tahunan. Sebelum resign, hitung dua hal: take home pay bulan terakhirmu dan estimasi pajak pesangonmu. Kalkulator pph 21 membantu untuk yang pertama; untuk pesangon, tanyakan ke HRD tarif yang mereka pakai supaya tidak ada kejutan di hari terakhir kerjamu.

Simulasi 30 detik sebelum tanda tangan kontrak

Andi sekarang tidak pernah lagi menandatangani kontrak tanpa simulasi. Caranya:

  1. Masukkan gaji pokok bruto yang ditawarkan.
  2. Pilih status PTKP yang benar (TK/0, K/0, K/1, dst).
  3. Lihat take home pay — bandingkan dengan kebutuhan bulananmu.
  4. Coba skenario: bagaimana kalau ada THR? Bagaimana kalau naik gaji 10%?

Selisih Rp1.150.000 yang mengejutkan Andi sebenarnya bisa diprediksi dalam 30 detik. Kalkulator pph 21 di halaman ini gratis, tidak perlu daftar, dan memakai tarif resmi terbaru. Buka sebelum negosiasi gaji berikutnya — supaya tidak ada lagi kejutan di slip gaji.

Perbandingan dua tawaran kerja memakai kalkulator pph 21

Anda mungkin juga tertarik: kalkulator pajak kalkulator compounding kalkulator hari kalkulator menghitung selamatan orang meninggal.